Bismillahirrahmanirrahim.
Berjilbab itu bukan pilihan.
Berjilbab juga bukan menunggu kesiapan hati untuk memakainya.
Kewajiban berjilbab bagi wanita sama halnya dengan kewajiban sholat lima waktu.
Sebelum semuanya terlambat....tutuplah aurat.
Karena seorang wanita pada akhirnya pasti akan 'dijilbabkan.'
Dijilbakan dengan jilbab yang terbuat dari kain kafan.
Iya kalau pada saat mati nanti dalam keadaan istiqomah dalam jilbab...
Kalau saat ajal datang nanti ternyata kita belum juga mengenakan jilbab?
"Ah, panas..gerah..nantilah"
Neng, neraka lebih panas.
"Ah, nantilah..2014 nanti aku pake. Sekarang jilbabkan hati dulu."
Iya kalau tahun depan masih sempat.
Jangankan tahun depan, tak ada yang bisa menjamin...besok pagi kita masih bisa bangun dari tidur nyenyak kita.
Dan lagi, di Al-Qur'an TIDAK TERTULIS 'hendaklah jilbabkan hati terlebih dahulu'
tapi tertulis ''...hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.." (Q.S Al-Ahzab ayat 59)
Siapa yang berkuasa membangunkan kita dari tidur kita?
Siapa yang bisa mengangkat langit dan menempatkannya tetap di atas sana?
Jika kita diberi nikmat yang sebegitu besarnya, lalu kenapa kita tidak bersyukur dengan menjalankan perintah-Nya?
"Banyak orang yang baik, tapi kenapa sampai sekarang belum berjilbab? Kalo hatinya udah berjilbab, otomatis dirinya berjilbab dong..?"
Urusan hidayah, kita serahkan kepada Yaa Malik.
Kami, hanya bisa mengingatkan dan mengingatkan karena tiap laki-laki bertanggung jawab atas empat golongan wanita, yaitu ibu, istri, saudara perempuan, dan anak perempuan.
Tenang saja...kekuasaan Allah itu pasti diperlihatkan ke setiap manusia.
Hanya masalah manusia itu mau menerima atau malah mengingkarinya.
<photo id="2" />